(0355) 551488
kec-watulimo@gmail.com
Jl. Raya Prigi Nomor 1 Watulimo
blog-img
26/07/2019

Labuh Laut Sembonyo Prigi 2019

admin3 | Jurnal Kegiatan

Upacara adat labuh laut atau larung sembonyo di Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek selalu padat ramai  disaksikan oleh ribuan masyarakat baik masyarakat nelayan pesisir maupun wisatawan lokal dan manca negara. Terbukti, pada Kamis  pagi 24 Juli 2019 begitu sembonyo dimulai dengan arak-arakan tumpeng Agung dari Kantor Kecamatan Watulimo sampai di finish TPI Prigi, sejauh 2 KM jalan dan lokasi larung dipadati masyarakat.

Menurut ketua panitia labuh laut larung sembonyo, Kawit mengatakan bahwa kelestarian budaya sembonyo telah digenggam erat oleh nelayan dan masyarakat Prigi sejak 1985 lalu. Ia menjelaskan warisan budaya ini juga menggambarkan tentang bagaimana sejarah pertama kalinya wilayah Teluk Prigi dibuka, atau yang lebih akrab disebut dengan babat alas Teluk Prigi. "Upacara adat larung sembonyo dilakukan untuk menghormati para leluhur yang telah membuka babat alas wilayah Teluk Prigi dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," ucapnya.

Hadir dalam rombongan arak-arakan Tumpeng Agung sepanjang 500 meter tersebut antara lain anggota Forkopimda, utamanya Bupati Trenggalek beserta Isteri, Forkopimcan Watulimo berserta seluruh Kepala instansi dan Kepala Desa se-Kecamatan Watulimo, pasukan dan rombongan adat Labuh Laut. Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek H. M. Nur Arifin menjelaskan, “Upacara adat Labuh Laut di pantai Prigi ini sebagai bentuk puji syukur Tuhan. Disi lain dari kegiatan ini, dipastikan dapat mendongkrak wisatawan untuk berwisata. Sehingga perekonomian di Kabupaten Trenggalek akan semakin meningkat,” terangnya.

Di tempat transit semua undangan (Hotel Prigi), Camat Watulimo menerangkan “Alhamdulillah semua amandali, labuh laut kali ini meskipun tidak pada hari libur tetap luar biasa ramainya, dan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan. Minggu kemarin ada lomba Mancing Mania, Senin ada pengajian, Selasa ada hiburan musik, dan hari ini setelah upacara adat akan dilanjutkan malam nanti dengan hiburan wayang kulit selamam suntuk. Yang mau ketawa bareng monggo bareng-bareng nonton cak Gareng Cs.”

Bagikan Ke:

Populer